Omzet Diatas Rp. 100 Juta Dari Barang Second

omzet diatas

Format bisnis dalam kurun waktu terakhir banyak memiliki pergeseran aktivitas. Banyak produsen dan pelaku usaha baik skala besar maupun UKM mencoba untuk mengikuti perkembangan zaman yang didominasi oleh digital. Bahkan perusahaan dalam skala besar yang tidak mampu mengikuti perkembangan zaman memiliki kemungkinan besar untuk ditinggalkan konsumen.

Ditambah lagi dengan potensi yang dimiliki oleh industri digital di Indonesia, karena industri tersebut merupakan salah satu industri yang memiliki perkembangan yang sangat baik. Accurate Online, software akuntansi bersertifikat Top Brand Indonesia mendata, bahwa kini di Indonesia terdapat sekitar 93,4 juta pengguna internet, 71 juta pengguna smartphone, dan diikuti dengan naiknya kelas menengah Indonesia beserta tingginya daya beli yang mereka miliki. Fenomena inilah yang menjadi dasar kuat berkembangnya banyak bisnis-bisnis dengan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Perpindahan kebiasaan masyarakat tersebut yang akhirnya dimanfaatkan oleh banyak pebisnis, dengan ikut juga merambah pada jalur digital sebagai media berjualan dan berbisnis pada konsumen dan calon pembeli. Tidak hanya mereka yang memang memiliki karir wirausaha, namun juga mereka yang memanfaatkan bisnis sebagai lahan mencari pemasukan tambahan.

Hal ini pula yang terjadi pada Adhi Pratama Putra. Lelaki yang menempuh pendidikan formalnya di Universitas Negeri Jakarta ini mampu meraih omzet rata-rata diatas Rp. 100 juta setiap bulannya lewat bisnis reseller online. Dengan akun bernama ‘Palugadasob’ yang berarti ‘Apa Lu Mau Gue Ada, Sob’, Adhi menjual ulang barang-barang preloved atau bekas pada website-website eCommerce seperti Bukalapak.com, Tokopedia.com, juga group-group penyuka suatu barang pada Facebook.

Adhi memulai bisnisnya saat ia masih duduk di bangku kuliah, yaitu pada tahun 2009 dengan menjual handphone bekas pada situs forum Kaskus. Omzet yang ia dapat pada saat itu tidak besar, yaitu di bawah Rp. 1 juta karena pada saat itu ia memulai bisnis dengan tujuan coba-coba. “Omzet awal bisnis tidak tentu, mungkin di bawah Rp. 1 juta karena cuma iseng-iseng aja”. Namun, dengan omzet yang tidak besar tersebut, ia dengan gigih dan semangat kembali menekuni berdagang online hingga sanggup untuk membayar biaya kuliahnya.

Adhi pertama kali tertarik untuk melakukan bisnis reseller online dengan alasan kepraktisan dan bisnis ini membutuhkan biaya yang relatif minim, ia menambahkan, “Jual beli online itu gampang banget, tidak harus punya toko fisik seperti bisnis konvensional. Cukup buat akun (website eCommerce atau lewat media sosial) dengan modal e-mail dan punya rekening bank saja. Dan yang paling penting harus punya waktu untuk mengelola bisnis tersebut.”

Pria yang sempat menempuh karir sebagai Social Media Specialist pada sebuah Agensi Periklanan Internasional tersebut sempat menjadi karyawan selama 5 tahun, namun kini memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dengan alasan ingin berfokus pada bisnis online.

“Sekarang bisnis online bukan sambilan untuk saya, melainkan telah menjadi pekerjaan full time. Menurut saya jika mengerjakan sesuatu dengan setengah-setengah, hasilnya akan nanggung. Awalnya keluar dari kerja kantoran itu saya sempet galau karena takut tidak akan punya penghasilan tetap lagi, tapi susahnya ternyata di dua bulan awal, saja. Setelah itu saya sudah nemu pola pasnya,” terang pria yang sempat juga bergabung dengan Go-Jek tersebut.

Adhi juga mengaku bahwa penghasilan yang ia miliki dari bisnis ini jauh lebih besar daripada saat ia menjadi karyawan. Kelebihan lain yang ia miliki adalah ia kini semakin memiliki waktu luang yang cukup banyak untuk ia habiskan bersama keluarga dan kerabat dekatnya.

Seperti bisnis lain pada umumnya, Adhi sempat juga mengalami hal yang tidak menyenangkan, “Saya pernah juga ketipu, waktu itu mau beli iPhone yang masih ada iCloud-nya, jadi HP tersebut terkunci dan tidak bisa digunakan. Waktu itu kerugiannya sebanyak RP. 3 juta”. Namun dengan berbagai pengalaman yang semakin banyak ia selami, kerugian-kerugian tersebut dapat dihindari. Adhi juga berpesan bahwa kita tetap harus berhati-hati terhadap penipuan jika ingin melakukan transaksi melalui online. Adhi kini berfokus untuk menjual barang-barang gadget, terutama berbagai jenis camera seperti jenis mirrorless, DSLR, dan berbagai jenis lensa.

Adhi pun berpesan bagi Anda yang ingin mengikuti jejaknya, “Jangan sekali-kali resign kerja, lalu coba bisnis dengan alasan tidak mau diperintah orang. Bisnis itu butuh perjuangan lebih keras daripada kerja kantoran.”

Bagaimana, apakah cerita tersebut semakin memantapkan Anda untuk mendalami bisnis reseller online? Agar usaha yang Anda jalankan lebih lancar, jangan lupa untuk selalu mencatat pengeluaran dana bisnis Anda, ya. Gunakan software Akuntansi terpercaya yang memiliki fitur lengkap sehingga meringkaskan tugas bisnis Anda, seperti Accurate Online yang telah berpredikat sebagai Top Brand Software Pembukuan Indonesia yang telah menjadi favorit banyak

By | 2017-03-29T22:54:19+00:00 Maret 29th, 2017|Tips Accurate|0 Comments

About the Author:

Anak muda dari planet Bekasi

Leave A Comment